Panas Pela Pendidikan SMP Negeri 9 Ambon dan SMP Negeri 21 Maluku Tengah

Panas Pela Pendidikan SMP Negeri 9 Ambon dan SMP Negeri 21 Maluku Tengah

Panas Pela Pendidikan SMP Negeri 9 Ambon dan SMP Negeri 21 Maluku Tengah

Diposting : Rabu, 12 November 2025 - 03:47 WIT

Merajut Harmoni, Menjalin Kasih dalam Mempererat Hidup Orang Basudara SMP Negeri 9 Ambon dan SMP Negeri 21 Maluku Tengah

Semangat pela Gandong mengajarkan kita tentang persatuan, toleransi, dan saling mendukung. Dalam konteks Pendidikan modern, semangat ini dapat diwujudkan melalui kerja sama nyata antara institusi sekolah. Kegiatan “panas pela” ini dirancang untuk merevitalisasi nilai-nilai luhur tersebut, bukan dalam bentuk ritual sakral, melainkan melalui kolaborasi akademik, seni, dan sosial yang konkrit antara SMP Negeri 9 Ambon dan SMP Negeri 21 Maluku Tengah.

Panas pela digunakan untuk menggambarkan ikatan persaudaraan yang sangat erat, seringkali dihubungkan dengan sistem budaya “Pela” dan “Gandong” yang mendasari hubungan saling bantu antar SMP Negeri 9 Ambon dan SMP Negeri 21 Maluku Tengah dalam konteks Pendidikan. Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini menjadi wujud nyata persaudaraan lintas budaya dan agama di kalangan pelajar Maluku.

Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Ambon, Imas Rosmiati, mengatakan bahwa Pela Pendidikan ini merupakan bentuk komitmen kedua sekolah untuk mempererat tali persaudaraan dalam perbedaan. “Tujuan dari Pela Pendidikan ini untuk mempererat tali persaudaraan. Karena kita ini berasal dari dua latar belakang yang berbeda. SMP Negeri 21 memiliki latar kebudayaan Muslim, sedangkan kami di SMP Negeri 9 dari kebudayaan Kristen. Tapi dari perbedaan itulah kita ingin menyatukan tali persaudaraan antar kedua sekolah.”

Ia menjelaskan, program Pela Pendidikan antara kedua sekolah telah terbentuk sejak tahun 2013 sebagai kelanjutan dari program “Pendidikan Orang Basudara”. “Kami ingin sekolah ini menjadi contoh bagi sekolah lain, bahwa dari perbedaan-perbedaan yang ada, kita tetap bisa satu saudara,” tambahnya.

Ibu Rosmiati juga mengingatkan pentingnya memperkuat semangat Pela Gandong di tengah tantangan sosial yang sering muncul. Menurutnya, dengan semangat persaudaraan, para pelajar dapat menjadi pelopor perdamaian dan persatuan di Maluku.

Lebih lanjut, Beliau menyampaikan bahwa meski sempat terhenti akibat bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19, komunikasi antara kedua sekolah tetap terjalin dengan baik.

Kegiatan Pela Pendidikan kembali digelar pada tahun 2023 dan dilanjutkan tahun 2025 dengan semangat yang sama. “Kami berharap Pela Pendidikan ini bisa terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Maluku,” tuturnya.

Kegiatan Panas Pela tersebut juga dihadiri oleh para tamu undangan, Salah satunya Wakil Walikota Ambon, Ibu Elly Toisuta. Dengan ini dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan Panas Pela Pendidikan antara SMP Negeri 9 Ambon dan SMP Negeri 21 Maluku Tengah bukan sekadar seremoni budaya, melainkan bentuk nyata pelestarian nilai-nilai persaudaraan dan perdamaian yang diwariskan leluhur masyarakat Maluku.

“Kita masih berkumpul di tempat yang baik ini dalam rangka melaksanakan kegiatan luar biasa, yakni Panas Pela Pendidikan antara SMP Negeri 9 Ambon dan SMP Negeri 21 Maluku Tengah,” ujar Ibu Ely Toisutta.

Selain kegiatan utama, kedua sekolah ini juga rutin melaksanakan berbagai program bersama seperti porseni, peringatan hari besar keagamaan, kegiatan pramuka, hingga berbagi praktik baik antar guru.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, SMP Negeri 9 Ambon dan SMP Negeri 21 Maluku Tengah terus membuktikan bahwa nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan dapat tumbuh subur di lingkungan pendidikan. Kegiatan “Panas Pela” ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi seluruh sekolah.


Updated : Jumat, 20 Februari 2026 - 21:17 WIT
Bagikan di WA